Latest Post

Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan

Profil SMAN 1 Jasinga

Written By irdatel on Rabu, 30 Januari 2013 | 20.40

Profil Sekolah

Lingkungan SMA Negeri 1 Jasinga terletak di desa Setu Kecamatan Jasinga yang berjarak sekitar 75 km ke pusat kabupaten Bogor.  Daerah ini terdiri daerah  perkebunan / pegunungan dengan batas  sebelah utara adalah Kabupaten Lebak Propinsi Banten, sebelah selatan berbatasan kecamatan Cigudeg, sebelah timur berbatasan dengan kecamatan Tenjo dan sebelah barat berbatasan dengan kecamatan Parungpanjang.

SMA Negeri 1 Jasinga dapat ditempuh oleh kendaraan roda dua maupun roda empat dari arah Cigudeg, Tenjo, hanya dari arah barat masih terhambat oleh akses jalan yang rusak dan akses kendaraan yang masih jarang. Kondisi sarana yang dimiliki oleh  SMA Negeri 1 Jasinga pada umumnya dalam kondisi baik, hanya terdapat kerusakan berat, terutama Laboratorium IPA . Ruang belajar 25 ruang kelas , ruang BK, laboratorium Biologi,Lab. TIK, ruang multi media, ruang kantor, guru dan Tata Usaha, ruang perpustakaan tetapi belum memiliki laboratorium Bahasa.

SMA Negeri 1 Jasinga diproyeksikan sekolah tipe A, sehingga diharapkan sampai pada tahun 2015, memiliki jumlah ruang belajar 27 kelas, 3 laboratorim IPA, laboratorium Bahasa dan 1 laboratorium multi media yang lengkap dengan sarana dan prasarananya. Jumlah koleksi buku perpustakaan masih kurang,karena diantara buku-buku perpustakaan, disamping sudah banyak…

Peneliti Temukan Planet Bertabur Berlian

Written By irdatel on Senin, 20 Juni 2011 | 11.37

Joseph Harrington, astronom dan profesor dari University of Central Florida, Amerika Serikat, dan timnya menemukan bahwa terdapat lebih banyak karbon dibanding oksigen pada atmosfir planet WASP-12b. Planet itu berjarak 1.200 tahun cahaya dari Bumi.


Temuan ini mengindikasikan bahwa bebatuan yang ada di seluruh planet itu terdiri dari karbon murni, dalam bentuk berlian atau grafit. Meski belum bisa dipastikan, tetapi planet yang sangat kaya akan karbon itu kemungkinan juga memiliki inti berlian dalam jumlah besar.

“Secara umum, planet biasanya memiliki jumlah oksigen yang sangat banyak yang membuat bebatuan seperti kuarsa dan gas seperti karbon dioksida bisa tersedia dalam kuantitas besar,” kata Harrington. Tetapi, kata Harrington, jika karbon lebih banyak dibanding oksigen, maka akan banyak batu-batuan yang terdiri dari karbon murni seperti berlian dan grafit. Selain itu akan ada banyak gas metana.

Tim peneliti melakukan analisa kimia berdasarkan teleskop ruang angkasa Spitzer milik NASA. Mereka membandingkan perilaku inframerah gas-gas yang ada untuk menentukan komposisi atmosfir planet yang bersangkutan. Meski karbon merupakan salah satu elemen penting yang membentuk kehidupan, WASP-12b tampaknya tidak dapat dihuni oleh makhluk hidup.

“Jaraknya terlalu dekat dengan mataharinya, dan setahun planet itu hanya berlangsung selama 26 jam saja,” kata Harrington. “Temperatur di siang hari pada planet yang diperkirakan bertaburan berlian itu juga sangat panas, mencapai sekitar 2.600 derajat Celcius. Planet itu juga rusak akibat besarnya gaya gravitasi dari mataharinya itu,” ucap Harrington.

Sebagai informasi, WASP-12b pertama kali ditemukan oleh konsorsium Wide Angle Search for Planets asal Inggris pada tahun 2009 lalu.

Sumber:http://teknologi.vivanews.com/news/read/193088-peneliti-temukan-planet-bertabur-berlian

Rhea, Salah Satu Bulan di Planet Saturnus Diduga Kuat Memiliki Oksigen

Written By irdatel on Minggu, 19 Juni 2011 | 10.23

Bumi bukan satu-satunya tempat di Tata Surya yang memiliki oksigen. Rhea, satelit dari Planet Saturnus ternyata kaya akan oksigen. Saturnus merupakan planet terbesar kedua di Galaksi Bima Sakti, setelah Jupiter. Planet gas ini memiliki 62 bulan, dengan Titan sebagai satelit terbesar.

Pesawat milik Badan Antariksa Amerika Serikat NASA, Cassini, melintas dekat orbit Rhea Maret lalu. Pesawat tanpa awak itu mendapati bulan dingin tersebut memiliki atmosfer yang mengandung oksigen. Ini merupakan tempat ketiga di luar Bumi yang memiliki oksigen. Dua bulan milik Jupiter, Europa dan Ganymede, juga kaya akan oksigen. Baik dua satelit itu maupun Rhea sama-sama diselimuti es.

Hal ini membuat peneliti membuat kesimpulan sementara bahwa satelit es mengandung oksigen. "Fakta semakin banyaknya temuan tempat beroksigen sangat menggembirakan," ujar Ben Teolis, Kepala Penelii Southwest Research Institute kepada Space.com. Dari temuan sebelumnya di Jupiter, oksigen muncul dari es. "Dari es, pecah jadi hidrogen dan oksigen," katanya. Teolis menduga proses yang sama terjadi di Saturnus.

Seluruh permukaan Rhea tertutup es dengan garis tengah 1.529 kilometer. Dari pengamatannya di ketinggian 502 kilometer dari permukaan, Cassini mendapati 70 persen atmosfer Rhea terdiri atas oksigen dan sisanya karbondioksida. Namun kadar oksigennya terlalu rendah, lima triliun kali lebih rendah ketimbang di Bumi.

Cassani dijadwalkan akan kembali ke Rhea Januari mendatang. Kali ini akan lebih dekat dengan permukaan, yaitu 75 kilometer di atas kutub selatan bulan itu.

Sumber : http://www.tempointeraktif.com/hg/iptek/2010/11/26/brk,20101126-294793,id.html

Penyebab Bintang Kelihatan Berkedip

Jika malam hari tiba, diatas langit nun jauh disana, bintang-bintang bertaburan indah dengan berkedip. Kerlap-kerlip cahayanya seperti lampu disco, dan terkadang warnanya pun berubah-ubah dari putih ke biru atau merah dan seterusnya. Sebenarnya bintang memancarkan energinya relatif konstan atau stabil setiap saat. Jadi, perubahan yang terjadi tidak berasal dari bintangnya. Ada hal-hal lain yang menyebabkan bintang tampak berkedip. Apa ya itu?

Penyebab utama karena bumi memiliki atmosfer. Banyaknya lapisan udara dengan temperatur yang berbeda-beda di atmosfer, menyebabkan lapisan-lapisan udara tersebut bergerak-gerak, sehingga menimbulkan turbulensi.

Turbulensi bentuknya sama seperti ombak atau gelombang di laut dan kolam renang. Jadi, untuk mendapatkan gambaran seperti apa yang terjadi di atmosfer, bayangkan sebuah kolam renang yang permukaannya tidak tenang. Sebuah koin yang terletak diam di dasar kolam renang akan tampak bergerak-gerak, jika kita lihat dari atas permukaan air. Gerak semu ini terjadi, karena adanya refraksi/pembiasan.

Menurut ilmu fisika, ketika berkas cahaya melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, cahaya tersebut akan dibiaskan/dibelokkan. Untuk kasus koin di kolam renang, cahaya yang dipantulkan koin melewati dua medium yang indeks biasnya berbeda, yaitu air dan udara, sebelum jatuh di mata.

Dan karena permukaan air yang tidak tenang, posisi koin yang sebenarnya tetap pun akan tampak berpindah-pindah. Hal yang sama terjadi pada cahaya bintang yang melewati atmosfer bumi. Ketika memasuki atmosfer bumi, cahaya bintang akan dibelokkan oleh lapisan udara yang bergerak-gerak.

Akibatnya posisi bintang akan berpindah-pindah. Tetapi, karena perubahan posisinya sangat kecil untuk dideteksi mata, maka kita akan melihatnya sebagai kedipan. Gambar dari APOD berikut menunjukkan, seperti apa perubahan posisi yang dimaksud.

Bagaimana dengan planet, mengapa planet tidak tampak berkedip?

Bintang, sebesar apapun ukurannya dan sedekat apapun jaraknya, akan tampak sebagai sebuah titik cahaya, jika diamati dari bumi, bahkan dengan teleskop terbaik yang dimiliki manusia. Sedangkan planet yang memiliki ukuran yang jauh lebih kecil daripada bintang, akan tampak lebih besar dari bumi, karena jaraknya yang jauh lebih dekat. Dengan teleskop kecil saja, kita akan dapat melihat planet sebagai sebuah piringan, bukan sebagai sebuah titik cahaya.

Ukuran piringan ini cukup besar, sehingga turbulensi atmosfer tidak memberikan pengaruh yang nyata pada berkas cahaya planet. Dilihat dari permukaan bumi, planet pun akan tampak tidak berkedip. Kecuali pada kondisi atmosfer yang turbulensinya sangat kuat, atau saat planet berada di dekat horison, planet akan tampak berkedip juga. Karena pada saat planet berada di dekat horison (sesaat setelah terbit atau sebelum tenggelam), berkas cahayanya harus melewati atmosfer yang lebih tebal.

Setelah kita tahu bahwa penyebab bintang tampak berkedip adalah atmosfer bumi, kita bisa sesuaikan dengan kebutuhan kita dalam melakukan pengamatan. Jika kita ingin mengamati bintang dengan gangguan atmosfer paling sedikit, kita bisa tunggu hingga bintang tersebut berada dekat meridian.

Atau jika kita ingin melihat bintang tidak berkedip sama sekali, kita bisa pergi ke luar angkasa, atau bulan, atau planet yang tidak memiliki atmosfer (ingat, bulan tidak memiliki atmosfer). Ada yang ingin membuktikan?

sumber : http://siradel.blogspot.com/2010/09/penyebab-bintang-kelihatan-berkedip.html

Tempat Paling Gelap di Muka Bumi Ini

Written By irdatel on Sabtu, 18 Juni 2011 | 06.48

Taman Gallow Park akan ditetapkan sebagai satu dari 2 tempat daratan tergelap di bumi. Taman Gallow Forrest hampir dapat dipastikan akan didaftarkan sebagai daerah yang mempunyai skala kegelapan Bortle 2, menjadikan tempat ini satu dari 2 daratan paling gelap di bumi.


Bortle 2 adalah skala yang tertinggi yang dapat di peroleh didarat; hanya di tengah lautan, dimana polusi cahaya tidak ada sama sekali, kita dapat merasakan pengalaman kegelapan pada skala Bortle 1.


Skala Bortle, yang diciptakan oleh John Bortle tahun 2001, mengukur kegelapan langit malam berdasarkan observabilitas objek-objek astronomi. Itu berkisar antara 9 – Langit diatas kota besar – dimana objek angkasa yang hanya dapat dilihat dengan teleskop adalah adalah bulan, planet-planet, dan beberapa gugusan bintang, sampai ke skala 1 – dimana kegelapan langit sempurna – dimana galaxy M33 dapat dilihat dengan mata telanjang.

Hanya ada 414 titik cahaya atau rumah didaerah ini. Ketika komisi kehutanan meminta kepada pemilik rumah bantuan mereka dalam kampanye dark-sky, semuanya kecuali 3 orang setuju memadamkan cahaya yang tidak perlu.
 
Support : Modified Blog | Webmaster Murah | Trader Emas Terhandal
Copyright © 2011. SMAN 1 Jasinga - All Rights Reserved
Template by Maskolis
Proudly powered by Blogger